Home Berita Internasional Kontradiksi Ulang Tahun Bupati Bekasi

Kontradiksi Ulang Tahun Bupati Bekasi

by Juang

Kabupaten Bekasi – Di tengah kepungan banjir, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menggelar acara perayaan Ulang Tahun dan peresmian musium pribadi di kediaman nya.

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bekasi menyebut Bupati tidak punya empati.

“Ya, sebagai manusia kita patut bersyukur dengan bertambahnya usia, saya ucapkanh selamat bertambah usia. Tapi Bupati seharusnya lihat kondisi, bisa – bisanya ngerayaain ulang tahun di tengah penderitaan masyarakat yang lagi pada kesusahan akibat banjir, seperti tidak punya empati,” ujarnya Ifky Andreas, Wakil Sekretaris PC PMII Kabupaten Bekasi.

Harusnya, lanjut Ifky, punya empati yang lebih terhadap masyarakatnya. Minimal mencurahkan semua pemikiran dan tenaga nya untuk menghadapi permaslahan banjir, bukan hanya melayangkan foto di sosial media sekitar lokasi banjir lalu selesai.

“Lah iya ngapain, malah ngadain agenda sendiri, padahal banyak yang harus di formulasikan, intensitas bupati mana untuk masyarakat, yang terdampak banjir, baru kemarin upload foto, saya kira bener pengawalan bupati buat masyarakat nya, eh diem diem ngadain acara, ngga pake Prokes lagi” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi di bawah kepemipinan Eka Supria Atmaja dianggap hanya pasrah dan menunggu tanpa adanya upaya memanimalisir permaslahan banjir.

“Ada urusan kemanusiaan di depan mata, ngapain buang buang waktu buat hal personaliti, tidak mencerminkan seorang pemimpin. Terkesan ngga paham harus memprioritaskan yang mana Bupati ini, dan memperlihatkan cuma bisa pasrah ngga bisa apa apa,” lanjutnya.

Di lain sisi pandemi covid 19 yang masih melanda kabupaten Bekasi dengan status zona merah Bupati Eka malah mengudang kerumunan ” masyarakat di paksa membatasi aktifitas dengan alasan pandemi covid ini tapi Bupati sendiri malah mengadakan pesta ini jelas tidak benar apalagi ada Peraturan Buapti Bekasi nomor 48 tahun 2020, bagaimana masyarakat Bekasi mau ikut aturan toh pemimpinnya juga melanggar” sebut pemuda asal Cikarang barat tersebut.

Related Articles