Home Berita Lokal Begal Payudara Beraksi di Kabupaten Bekasi

Begal Payudara Beraksi di Kabupaten Bekasi

by Juang

Mahasiswi Kabupaten Bekasi menjadi korban Begal Payudara di Pulo Gelatik, Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Pelaku melakukan aksinya seorang diri sekitar pukul 05.30 WIB (7/7/2021).

Korban yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa kejadiannya terjadi saat ia ingin mengantar ibunya pergi bekerja namun tiba-tiba ada seseorang yang menyalipnya dari belakang.

“Awalnya aku kira kaya orang biasa pulang kerja atau kaya gimana dia normal gitu di lihat dari kaca spion, aku kira nyalip biasa, engga tau niat tujuannya apa terus dia mau remas di bagian buah dada terus motor aku di tendang dari samping”, jelasnya.

Namun sayangnya, korban tidak sempat melihat plat motor pelaku karena pelaku langsung melarikan diri dengan cepat begitu korban terjatuh.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut, korban mengatakan “Pelaku menggunakan motor Vario 125 berwarna abu-abu, memakai jaket merah, helm abu-abu, dan celana sepotong warna cream. Lokasi kejadiannya di sebelah kanan ada steam motor, sebelah kiri sawah, ada tiang listrik deket tulisan tanah ini di jual sama deket rumah gedong”, kata ia.

Saat ini korban mengalami luka-luka dibagian wajah dan bagian tubuhnya. Tak hanya itu, ibu korban yang saat itu sedang bersama korban juga mengalami luka memar. Hal ini tentu saja membuat korban menjadi trauma ketika melalui jalan tersebut.

Tiara Lestari selaku Kader KOPRI Kabupaten Bekasi turut mengomentari kejadian tersebut, menurutnya masyarakat harus lebih berhati-hati, dan jika terjadi kejadian serupa “hal yang harus dilakukan saat kejadian adalah mengingat plat motor pelaku atau langsung mengambil foto pelaku” jelas Tiara yang juga menjabat sebagai Ketua KOPRI PMII STAI HAS tersebut.

Lanjut Tiara, dirinya bersedia akan melakukan pendampingan kepada korban dengan meminta bantuan Teras Simpul, lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi lain yang terkait.

Terakhir Tiara berharap kepada pemerintah daerah maupun pihak-pihak terkait kejadian ini menjadi perhatian serius “agar ke depan pelecehan seksual seperti ini tidak terulang kembali di Kabupten Bekasi”, harapnya.

Sementara Dini Mahandis selaku Koordinator Teras Simpul mengatakan begal payudara di Kabupaten Bekasi bukan sekali dua kali terjadi, herannya malah dianggap sesuatu yang terjadi karena kesialan korban saja. Hukuman bagi pelaku pelecehan 2 sampai 9 tahun di penjara, ditambah adanya kekerasan terjadi. “Maka dari kasus ini saya mengajak semua korban ataupun saksi yang melihat kejadian pelecehan lainnya untuk bersuara”, imbuhnya.

Dini juga berpesan kepada masyarakat di Kabupaten Bekasi agar “jangan takut untuk memfoto motor pelaku atau memvideokan muka pelaku. Karena pelaku pelecehan seksual akan terus melakukan hal yang sama setiap hari, pada setiap ada kesempatan”, tandasnya.

Related Articles