Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita InternasionalHukum & Kriminalitas

Pengaruh Konglomerasi Media dan Agenda Setting Terhadap Kepercayaan Masyarakat

597
×

Pengaruh Konglomerasi Media dan Agenda Setting Terhadap Kepercayaan Masyarakat

Share this article
Example 468x60

Nurfarisha

Mahasiswa MIKOM Universitas Muhammadiyah Jakarta

Gunakan KUPON : DISKONQU (untuk mendapatkan diskon)
Example 300x600
Gunakan KUPON : DISKONQU (untuk mendapatkan diskon)

Jakarta- Ditengah hiruk pikuk dan banyaknya informasi di Indonesia, membuat setiap organisasi berlomba-lomba untuk menjadi yang paling cepat, tepat dan terpercaya. Kehidupan setiap manusia memiliki kebutuhan informasi dan diera ini sudah banyak sekali sumber informasi yang dapat ditemukan dari berbagai sumber, seperti media massa ada koran, televisi, radio, dan juga ada media sosial ada berbagai platform digital yang banyak menjadi referensi untuk mencari informasi terkini.

Namun pada nyatanya di Indonesia sendiri media massa banyak dimiliki oleh beberapa orang saja. Sehingga konglomerasi media Nampak jelas terlihat. Konglomerasi media adalah kekuatan dari perusahaan berskala besar dalam memiliki banyak dan jenis media massa sebagai bagian bisnisnya. Namun apakah konglemerasi media ini dapat mempengaruhi informasi yang dikeluarkan dari setiap organisasi media massa tersebut?

Pada nyatanya, media massa juga terkait erat dengan fungsinya sebagai agenda setting. Teori agenda setting yang dikemukakan McComb dan Donald Shaw (1972) mengasumsikan bahwa media memiliki kemampuan untuk mentransfer isu untuk mempengaruhi agenda publik. Khalayak akan menganggap suatu isu tersebut penting, karena media menganggap isu tersebut penting.

Dikutip dari Faisal Javier, 2021 di Indonesia, tingkat kepercayaan publik terhadap berita di media tergolong rendah menurut laporan Digital News Report 2021 yang dirilis Reuters Institute for the Study of Journalism, yakni 39 persen. Hanya 37 persen responden yang percaya pada berita di mesin pencarian dan  31 persen responden percaya pada berita di media sosial. Apakah ini merupakan dampak dari konglomerasi media dan agenda setting yang mulai di rasakan masyarakat?

Dengan demikian apakah informasi yang disajikan beberapa media massa akan menampilkan informasi paling jujur atau sudah dikemas sedemikian rupa untuk mempengaruhi masyarakat. Jika konglomerasi media di sandingkan dengan agenda setting, bagaimana dengan masyarakat yang memiliki hak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di luar sana? Apakah dampak dari menggiring opini masyarakat akan baik kedepannya? Karena sebuah informasi yang jujur akan memberikan efek domino kedepannya untuk menjadikan negara kita menjadi lebih baik dengan memberikan kebebasan masyarakat mengetahui apa yang sedang terjadi melalui media massa secara jujur, hal ini akan membangun bangsa karena apabila terjadi sebuah kesalahan akan dapat diperbaiki bersama tanpa harus ditutupi dari masyarakat.

Example 300x600
Example 120x600