Home Berita Lokal Jalan Akses Wisata Galunggung Tasikmalaya Rusak Berat, Warga Geram

Jalan Akses Wisata Galunggung Tasikmalaya Rusak Berat, Warga Geram

by admin

RADARCIKARANG.COM – TASIKMALAYA – Jalan raya Cipanas – Galunggung desa Gunungsari, kecamatan Sukaratu merupakan jalan perbatasan antara kota dan kabupaten Tasikmalaya. Belakangan ini sempat viral beritanya karena reaksi masyarakatnya yang greget melihat konstruksi jalan yang rusak berat dan berlubang sudah cukup lama tak kunjung diperbaiki.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ramdan Taohid mengatakan sebelumnya sempat ada kegiatan pekerjaan perbaikan jalan dengan diturunkannya alat berat di lokasi jalan rusak tersebut, namun belakangan dihentikan mendadak pengerjaannya.

“Kemarin sebenarnya sudah ada perencanaan, pelaksanaan, pembangunan dan itu sudah melalui tahapan lelang dan sebagainya. Bahkan anggarannya hampir 3 milyar rupiah. Ketika alat berat sudah turun lalu kemudian ada kegiatan pekerjaan dan tiba-tiba seminggu kemudian dihentikan dengan alasan anggarannya tidak ada atau sedang refocusing,” ujarnya kepada saluransatu.com lewat sambungan selulernya, Ahad (29/5/2022).

Sementara, kata Ramdan, jalan ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah dan menjadikan skala prioritas karena setidaknya telah menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi kabupaten Tasikmalaya. Jalan ini merupakan akses bagi kawasan wisata rekreasi Cipanas Galunggung.

Selain itu, jalan ini juga ramai dilalui oleh kendaraan berat truck-truck pengangkut batu dan pasir yang melintas siang dan malam. Sepanjang 2 km mulai dari perbatasan kota/kabupaten mengalami kerusakan

“Kenapa yang di prioritaskan jalan-jalan yang kapasitasnya tidak menghasilkan PAD. Makanya wajar saja kalau masyarakat geram,” imbuhnya.

Makanya masyarakat menyampaikan keluhan dan aspirasinya dalam bentuk aksi tulisan-tulisan dengan wadah seperti spanduk dan karton bahkan triplek dengan harapan pemerintah daerah mau melihat.

“Masyarakat kan menilai, terutama soal pembangunan infrastruktur jalan antara di kota dan kabupaten yang lebih bagus kota sehingga menjadi sangat kontras,” katanya.

Menurut Ramdan, masyarakat saat ini belum bergerak lebih jauh lagi terkait aspirasi yang disampaikannya dan belum berencana melakukan audiensi dengan wakil rakyat di DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Terakhir, harapan masyarakat pemerintah daerah segera merespon. Dengan melihat reaksi masyarakat disini agar melakukan langkah-langkah cepat terutama mengalokasikan anggaran, “Kan sekarang tahapan lelang-lelang sedang berjalan, cuma tidak masuk, apakah di anggaran perubahan atau apa setidaknya ada perhatian dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (Denis)

Related Articles