Home Pendidikan KKN Mahasiswa UPI : Pengembangan Media Pembelajaran di SDN Karang Asih 07

KKN Mahasiswa UPI : Pengembangan Media Pembelajaran di SDN Karang Asih 07

by admin

RADARCIKARANG.COM – Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa/i perguruan tinggi tertentu pada waktu dan daerah setingkat desa. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) termasuk salah satu mata kuliah wajib pada jenjang strata 1 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa/I semester ganjil.

Kegiatan KKN Tematik ini resmi dibuka oleh LPPM UPI pada pertengahan Juli 2022. Kegiatan KKN Tematik ini berlangsung selama satu bulan yang dimulai pada 11 Juli 2022 dan berakhir pada 10 Agustus 2022. Berdasarkan perkembangannya, program-program KKN Tematik disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, tahun ini KKN Tematik difokuskan pada “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG’S Desa” guna meningkatkan pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan.

Dengan diselenggarakannya kegiatan KKN Tematik, salah satu mahasiwa PGSD Universitas Pendidikan Indonesia yang tergabung dalam kelompok 180 yaitu Raidah Syahira Rahman mengangkat tema KKN dengan judul “Pengembangan Pendidikan Karakter dan Motivasi Belajar melalui Media Pembelajaran di Sekolah Dasar” yang berlangsung di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Asih 07, Desa Karang Asih, kecamatan Cikarang Utara.

Kegiatan KKN Tematik pertama yaitu menyelenggarakan sosialisasi program kerja yang akan dilaksanakan selama 3 minggu ke depan di Sekolah Dasar Negeri Karang Asih 07 kepada kepala sekolah, para guru, dan siswa. Menanggapi hal tersebut Kepala Sekolah SDN Karang Asih 07 yaitu Tatan Tursufyan, S.Pd. dan para rekan guru sangat mendukung dan menyambut dengan hangat untuk melakukan program kerja “Pengembangan Media Pembelajaran di SDN Karang Asih 07”.

Beliau mengatakan bahwa “Seiring dengan laju perkembangan globalisasi dunia menuntut setiap negara memiliki kualitas yang bagus untuk mampu bersaing dengan negara lain. Hal tersebut menjadikan setiap negara harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas agar negara tersebut mampu bertahan dalam persaingan”. Menyangkut Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dapat terbentuk melalui pendidikan yang berkualitas di suatu negara. Begitupun dengan pendidikan yang berkualitas dapat ditunjang oleh media pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Pada dasarnya, media pembelajaran memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran maka pembelajaran yang berlangsung dapat menarik perhatian siswa, tidak monoton dan tidak membosankan (Sudjana dan Rivai).

Adapun program yang akan dilaksanakan dalam pendidikan sepanjang hayat di kelembagaan dan pelaksanaan program pendidikan di SD sederajat yaitu Pengembangan pendidikan karakter dan Pengembangan motivasi belajar dengan pengaplikasian media pembelajaran. Pada kali ini media pembelajaran yang diaplikasikan yaitu media lagu yang berkaitan dengan pendidikan karakter, flash cards dan learningapps. Dalam penerapan pengembangan pendidikan karakter, penulis menggunakan media audio yaitu menyanyikan lagu-lagu nasional, lagu empat kata ajaib. Selain itu juga dalam penerapan media flash cards dan learningapps secara tersirat mengandung pengajaran pendidikan karakter seperti mengemukakan pendapat hasil bekerja secara kelompok, menerima dan menghargai pendapat orang lain, dan membiasakan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya. Selanjutnya pada media flash cards penulis mengambil materi pelajaran IPA yaitu organ gerak pada hewan dan penggolongan sampah seperti sampah organic dan sampah anorganik. Sedangkan media learningapps memuat kuis yang diambil dari materi pelajaran IPS yaitu letak Indonesia, kenampakan alam dan buatan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru SDN Karang Asih 07 yang bernama Anti Yulianti, S.Pd mengatakan bahwa “Dalam kegiatan pembelajaran saya selalu menggunakan media pembelajaran, karena dengan media pembelajaran siswa-siswi menjadi lebih aktif, pembelajaran yang berlangsung tidak membosankan dan juga lebih menarik”. Perkataan ibu Anti dapat dibenarkan sesuai dengan kegiatan penerapan media pembelajaran yang sudah penulis lakukan di SDN Karang Asih 07 bahwa pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena materi pembelajaran terlihat lebih menarik, menyenangkan, dan meningkatkan keaktifan siswa di kelas. (*)

Related Articles