Home Pendidikan KKN Mahasiswa UPI di SDN Karang Asih 07 : Kemampuan Siswa Dalam Pengembangan Kreativitas

KKN Mahasiswa UPI di SDN Karang Asih 07 : Kemampuan Siswa Dalam Pengembangan Kreativitas

by admin

RADARCIKARANG.COM – Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) saat ini sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN adalah bentuk kegiatan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat yang salah satu mata kuliah yang wajib harus dilaksanakan oleh mahasiswa/i semester ganjil di Universitas Pendidikan Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik ini akan berlangsung selama 30 hari, yang dilaksanakan dari tanggal 11 Juli 2022 s.d 10 Agustus 2022 dilaksanakan di daerah tempat tinggal masing-masing mahasiswa dan dilakukan secara daring. Kegiatan KKN Tematik ini resmi dibuka oleh LPPM UPI pada pertengahan Juli 2022 dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDG’S Desa dan MBKM”. SDG’S atau Sustainable Development Goals merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia. SDG’S sendiri memiliki 17 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDG’S Desa. Saya Hanita Oktaviana tergabung kedalam kelompok 180 dan mendapat tema “Desa Peduli Pendidikan”.

Diselenggarakannya Kegiatan KKN Tematik, Salah satu mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia tergabung dalam beberapa kelompok, dan saya Hanita Oktaviana tergabung dalam kelompok 180 mengangkat tema KKN Tematik dengan program yang akan dilaksanakan yaitu berjudul “ Kemampuan Siswa Dalam Pengembangan Kreativitas di Sekolah Dasar”. Dengan melatih kreativitas anak seperti melukis, menggambar, dan membuat karya. Kegiatan ini dilakukan secara daring dan sekolah yang kami pilih sebagai lokasi KKN adalah SDN Karang Asih 07, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Penyebab rendahnya kreativitas anak adalah lingkungan yang kurang menunjang anak-anak untuk mengekspresikan kreativitasnya, Dalam membantu mewujudkan kreativitas anak, mereka perlu dilatih keterampilan tertentu sesuai dengan minat pribadinya dan diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka. Untuk menumbuhkan motivasi pada anak, sebaiknya anak diberikan kebebasan untuk berfikir dengan menyediakan sarana dan prasarana yang merangsang minat anak, sehingga terdorong ke arah kreativitas menjadi semakin kuat.

Fokus kegiatan ini adalah kepada siswa/i dengan program kerja berupa “Kemampuan siswa dalam pengembangan kreativitas”. Melatih daya kreativitas dengan menggambar,membuat karya,dan melukis. Pada program kerja yang pertama adalah Pengembangan Imajinasi Anak Dengan Kegiatan Menggambar dan Mewarnai.

Tujuan program kerja ini adalah untuk mengembangkan imajinasi anak melalui gambar, anak dapat bereksplorasi, berfikir dan menuangkan ide kreatifnya dengan kemampuannya sendiri, karena stimulasi dapat diberikan dengan cara memberikan kesempatan untuk anak menjadi kreatif.membiarkan anak dengan bebas melakukan, menggambar, membentuk ataupun membuat karya mereka dengan menuangkan imajinasi dan kemampuannya melalui ide-ide kreatif yang menjadi suatu kebanggaan karena hasil dari karya yang mereka gambar.

Tindakan memegang pensil, krayon, memilih warna, menyatukan warna pada suatu tempat dapat membantu menumbuhkan perkembangan, koordinasi mata, tangan jari, dan pergelangan tangan. Perkembangan motorik halus seperti mewarnai dapat membantu siswa karena dapat membantu siswa untuk menulis.

Program selanjutnya Membuat Kreativitas Suatu Karya Dengan Kelompok.

lain untuk refreshing dari materi pembelajaran, tujuan membuat karya dengan kelompok ini sebagai wadah siswa untuk menyalurkan kreativitas anak yang berbeda-beda karyanya dan menuangkan ide dengan teman kelompoknya dengan saling membantu satu sama lain, secara tersirat mengandung pengajaran pendidikan karakter seperti menghargai pendapat hasil bekerja secara kelompok, serta menerima dan menghargai pendapat orang lain.
Pembuatan karya yang mereka buat juga tidak terlalu rumit karena disesuaikan dengan kemampuan siswa sekolah dasar, ada beberapa siswa yang memiliki daya kreativitas yang tinggi bisa dilihat dari cara mereka mengerjakan dengan kelompok dan saling menuangkan imajinasi dan ide sendiri dengan cara yang berbeda-beda.
Dengan adanya kegiatan seperti ini membantu siswa dalam pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membuat siswa merasa bosan di kelas. Untuk kegiatan mewarnai juga menjadi pengetahuan baru bagi siswa dalam mengenali garis, warna, bentuk, serta pola. Dengan begitu mereka akan bisa memutuskan dan menyatukan warna dan langkah apa yang akan mereka gunakan dalam membuat suatu karya yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya. Pelatihan membuat karya ini menggunakan media karton atau kertas origami untuk meningkatkan proses kreatif. Metode pelatihan yang digunakan yaitu dengan memberikan bimbingan praktek secara berkelompok. Hal ini dilakukan guna menumbuhkan sikap kerja sama antar individu dengan peralatan yang sederhana.
Program selanjutnya, Mengecat Tong Sampah Sebagai Kreativitas Siswa dan Penerapan Penggolongan Sampah.
Mengajak siswa untuk mengecat melukis tong sampah dengan menuliskan nama dan penjelasan mengenai jenis sampah, kegiatan ini juga merupakan upaya dalam mengembangkan potensi anak dalam mengasah kreativitas dengan melukis, melakukan penerapan sekolah bersih dengan membiasakan siswa cara hidup sehat dengan membuang sampah yang benar sesuai dengan jenisnya.

Sampah saat ini masih menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat. Hal tersebut karena adanya ketidakpedulian siswa terhadap lingkungan sekitar dan menjadi suatu kebiasaan, selain itu bisa diakibatkan karena pengelolaan sampah belum terkelola dengan baik.
Terdapat 3 jenis sampah yaitu ada sampah organik, anorganik dan B3 atau sampah beracun yang dapat siswa ketahui. Sampah organik adalah sampah sisa yang masih bisa dimanfaatkan menjadi bahan yang layak dipakai, sampah ini bisa terurai meski dibiarkan sampah ini bisa hilang dengan sendirinya. Sampah anorganik adalah sampah yang sudah dibuang dan tidak layak dipakai lagi, sampah ini tidak bisa terurai. Sampah B3 atau limbah adalah limbah yang mengandung zat yang beracun, bahaya yang bisa mengganggu kesehatan dan merusak lingkungan.
Untuk Program kerja selanjutnya adalah Kreativitas Siswa Dalam Membuat Peta Negara ASEAN.
Dengan dibagi menjadi beberapa kelompok. Menggambar sebagai kreativitas anak dengan membuat sketsa yang perlu dipupuk dan memberikan materi yang sesuai dengan level perkembangan anak. Selain itu, dengan membuat Peta Negara ASEAN dapat membantu anak dalam mengetahui negara mana saja yang bergabung dengan ASEAN, tujuan menggambar Peta ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa terhadap negara ASEAN.

Setelah semua program kerja dan kegiatan di sekolah sudah dilaksanakan, acara penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di SDN Karang Asih 07 resmi ditutup pada tanggal 10 Agustus 2022 dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, Bapak Tatan Tursufyan, S.Pd. dan semua Guru SDN Karang Asih 07. Dilanjutkan dengan do’a dan foto bersama.
Tidak kerasa selama kurang lebih dari 30 hari melaksanakan KKN dan ungkapan terimakasih banyak atas kerjasama dan bantuannya, untuk SDN Karang Asih 07 yang sudah menerima KKN Kelompok 180 untuk melaksanakan dan melangsungkan kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini. Semoga kegiatan ini sama-sama dapat memperoleh manfaat, baik untuk guru, siswa, masyarakat maupun mahasiswa KKN dari Universitas Pendidikan Indonesia.
Penulis:
Hanita Oktaviana, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Purwakarta.
Jennyta Caturiasari, M.Pd
Dosen Pengampu Lapangan Kelompok 180.

Related Articles