JAKARTA, RADARCIKARANG.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kota Bekasi menghadiri langsung prosesi penyerahan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jawa Barat kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Rakyat. Agenda krusial yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026) ini dihadiri oleh jajaran pengurus struktural inti Kota Bekasi beserta perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tingkat kecamatan.
Penyerahan dokumen legalitas ini menandai puncak perjuangan kolektif para pengurus di tingkat wilayah dan daerah dalam menuntaskan pemenuhan syarat administratif negara. Proses perbaikan dokumen ini memakan waktu selama hampir lima bulan, menyusul penyerahan SKT tahap pertama pada Februari 2026 lalu yang kemudian memerlukan sejumlah penyempurnaan menyeluruh dari seluruh pengurus DPD se-Jawa Barat guna mendukung Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).
Ketua DPD Gerakan Rakyat Kota Bekasi, Nanang Kosim, yang hadir didampingi oleh sekretaris dan bendahara, menyatakan bahwa terbitnya SKT ini memberikan kepastian hukum yang sangat dinantikan bagi eksistensi partai di Jawa Barat. Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh jajarannya bahwa tantangan berikutnya telah menanti di depan mata.
”Ini adalah puncak perjuangan dan harapan kita semua. Kurang lebih empat bulan kami mengawal proses ini hingga mendapatkan kepastian hukum berupa diterbitkannya SKT DPW Gerakan Rakyat Jawa Barat oleh Kanwil Kemenkumham. Setelah fase ini, kami harus langsung bekerja keras memenuhi persyaratan verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), di mana minimal harus memiliki seribu anggota aktif. Alhamdulillah, pergerakan kader di Kota Bekasi terus bertumbuh secara positif,” ujar Nanang Kosim di sela-sela acara.
Di tempat yang sama, Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Jawa Barat, Deden Rukman Rumaji, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas loyalitas serta militansi yang ditunjukkan seluruh pengurus daerah. Dalam sambutannya, Deden menggarisbawahi pentingnya filosofi kesundaan, yakni Sabilulungan, yang menjadi fondasi utama keberhasilan administratif ini.

”Antusiasme pengurus dan kader Partai Gerakan Rakyat di Jawa Barat sungguh luar biasa. Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan SKT dari Kanwil Kemenkumham Jawa Barat. Ini merupakan SK perbaikan yang kedua kalinya setelah melalui proses evaluasi dan penyempurnaan selama hampir lima bulan di tingkat wilayah. Perjuangan ini sama sekali tidak mudah; menguras waktu, tenaga, hingga biaya yang tidak sedikit. Saya ucapkan terima kasih mendalam kepada seluruh Ketua DPD se-Jawa Barat yang telah bekerja proaktif dan kooperatif hingga dokumen ini rampung total,” urai Deden.
Menangapi capaian tersebut, Ketua Umum DPP Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, memberikan apresiasi tertinggi atas keteguhan para kader di Tanah Pasundan. Dengan diserahkannya dokumen hukum dari Jawa Barat tersebut, Sahrin menegaskan bahwa konsolidasi administratif partai di seluruh Pulau Jawa kini telah tuntas secara paripurna.
“Alhamdulillah, Jawa Barat berhasil mendapatkan dua SKT, yang artinya secara administratif pencapaian ini sangat sempurna. Dengan demikian, seluruh wilayah di Pulau Jawa kini sudah terselesaikan dengan baik. Kita semua tahu bahwa mengurus administrasi partai politik adalah legalitas pekerjaan yang sangat berat. Disiplin tinggi adalah kuncinya, karena kita semua berada dalam satu barisan yang teratur,” tegas Sahrin Hamid dalam arahannya kepada kader.
Lebih lanjut, Sahrin membedakan khitah perjuangan Partai Gerakan Rakyat dengan partai politik konvensional yang ada saat ini. Ia menekankan bahwa partai ini mengusung konsep bernegara yang murni lahir dari bawah (bottom-up), didirikan langsung oleh masyarakat dan bukan dibentuk oleh barisan elite penguasa.
”Selama ini, kita melihat banyak partai politik lahir dari atas atau elite. Namun, Partai Gerakan Rakyat didirikan langsung oleh rakyat, mulai dari Aceh hingga Papua. Kita lahir dari rahim rakyat melalui semangat gotong royong, partisipasi murni masyarakat, dan nilai Sabilulungan. Itulah yang membedakan kita dengan partai lain. Kita membangun ini dari tetesan keringat perjuangan rakyat. Kita bersiap melakukan revolusi kepartaian yang berlandaskan karakter kesatria dan gotong royong,” tambah Sahrin.
Menatap kontestasi politik nasional ke depan, Sahrin menginstruksikan seluruh kader untuk memegang teguh 5 dasar dan 5 karakter sebagai manifesto ideologi partai. Langkah strategis ini dinilai krusial mengingat tren elektoral partai baru ini menunjukkan indikator positif di sejumlah lembaga survei nasional. Berdasarkan data terbaru, popularitas Partai Gerakan Rakyat telah menyentuh angka 20 persen dengan elektabilitas berada di angka 1,5 persen—menempatkannya di posisi ke-9 di antara seluruh partai politik nasional.
”Insyaallah di tahun 2029, Partai Gerakan Rakyat akan bertransformasi menjadi partai besar. Ingat, syarat utama untuk mengajukan calon presiden nantinya harus mempunyai ‘tiket resmi’ sebagai peserta pemilu. Oleh karena itu, jangan menunggu barangnya ada baru bergerak, kita bangun dan besarkan partai ini mulai dari sekarang. Kekuatan utama kita adalah persatuan, jangan pernah tercerai-berai,” pungkas Sahrin guna membakar semangat kader.
Agenda penyerahan SKT yang dihadiri oleh jajaran fungsionaris DPP serta perwakilan DPD se-Jawa Barat ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas dan kesiapan partai menghadapi tahapan verifikasi pemilu mendatang. (Red)


















