floating
floating
Example 728x250
AkademiaBeritaCharityPendidikan

Mengabdi Selama Sepuluh Hari, BERDIKARI 2026 Bawa Perubahan Nyata bagi Masyarakat Kampung Jagapati

23
×

Mengabdi Selama Sepuluh Hari, BERDIKARI 2026 Bawa Perubahan Nyata bagi Masyarakat Kampung Jagapati

Share this article
iklanExample 468x60

RADARCIKARANG.COM, Bogor – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS PMI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan sosial melalui kegiatan bakti sosial BERDIKARI (Berbakti Dedikasi untuk Negeri) 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama sepuluh hari pada tanggal 9 sampai 18 Januari 2026 di Kampung Jagapati, Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, dengan mengusung semangat pengabdian, pemberdayaan, dan keberlanjutan.

BERDIKARI 2026 tidak hanya menjadi agenda rutin mahasiswa, tetapi dirancang sebagai ruang belajar bersama antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, HMPS PMI berupaya menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus mendorong kesadaran kritis terhadap isu lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan sosial.

ads content

Dalam bidang lingkungan, kegiatan ini diisi dengan seminar eco enzyme yang bekerja sama dengan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. Seminar ini memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi cairan eco enzyme yang memiliki nilai guna ekologis dan ekonomis. Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Aspek kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Melalui program cek kesehatan gratis, warga Kampung Jagapati mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat. Program ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama kelompok lansia dan ibu rumah tangga yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

Pada ranah pencegahan sosial, BERDIKARI 2026 menghadirkan seminar pencegahan penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif (NAPZA) yang disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan ini menargetkan generasi muda dan masyarakat umum agar memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya narkoba serta peran lingkungan keluarga dan sosial dalam mencegah penyalahgunaan NAPZA.

Selain itu, dilaksanakan pula penyuluhan pencegahan pernikahan dini yang diisi oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor. Penyuluhan ini menekankan pentingnya perlindungan hak anak, kesiapan mental dan ekonomi, serta dampak jangka panjang pernikahan usia dini terhadap pendidikan dan kualitas hidup.

Tidak hanya berfokus pada edukasi, BERDIKARI 2026 juga menghadirkan program revitalisasi MI Abdussalam sebagai bentuk kepedulian terhadap sektor pendidikan. Kegiatan ini meliputi penataan lingkungan sekolah, perbaikan sarana sederhana, serta penguatan semangat belajar peserta didik. Di sisi lain, kegiatan berkebun dan bertani turut dilaksanakan bersama masyarakat sebagai upaya mendorong kemandirian pangan dan mempererat hubungan mahasiswa dengan warga setempat.

Dalam sambutannya, Muhammad Zidan Ramdani selaku Ketua Umum HMPS Pengembangan Masyarakat Islam UIN Jakarta menegaskan bahwa BERDIKARI bukan sekadar kegiatan bakti sosial, melainkan laboratorium pemberdayaan masyarakat bagi mahasiswa. “Melalui program ini, kami dapat belajar menerjemahkan teori ke dalam praktik, memahami realitas sosial secara langsung, serta membangun kepekaan dan tanggung jawab sosial sebagai calon pendamping masyarakat di masa depan”.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BERDIKARI 2026 menjadi cerminan nyata pengabdian mahasiswa yang tidak berhenti pada simbolik, tetapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian adalah proses saling belajar, saling menguatkan, dan menumbuhkan harapan bersama.

Example 120x600

Tidak diijinkan untuk mengkopi konten

You cannot copy content of this page