Radarcikarang.com, JAKARTA – Perwakilan Forum Komunikasi Masjid Musholla Indonesia (Forkammi) Bekasi Raya mendatangi kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Kehadiran delegasi yang terdiri dari sekitar 20 perwakilan pengurus DKM ini bertujuan untuk menyampaikan amanah aspirasi dari jamaah 1.900 masjid dan musholla se-Bekasi Raya terkait krisis kemanusiaan di Timur Tengah.
Massa yang mengenakan dress code putih dengan atribut bendera Palestina dan Merah Putih berkumpul di titik parkir IRTI Monas sejak pukul 08.00 WIB sebelum bergerak menuju depan Kedubes AS di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Penyerahan Dokumen Strategis
Ketua Umum Forkammi, Akhmad Afandi, mengonfirmasi bahwa surat pernyataan sikap resmi telah diserahkan kepada tiga instansi utama:
Presiden Republik Indonesia (Istana Negara)
DPR RI (Gedung Nusantara)
Kedutaan Besar Amerika Serikat
“Amanah dari jamaah dan DKM telah kami tunaikan. Meskipun hadir sebagai perwakilan kecil, kami membawa suara besar dari ribuan jamaah di Bekasi yang peduli terhadap nasib saudara-saudara kita di Palestina dan Iran,” tegas Akhmad Afandi.
Ringkasan Pernyataan Sikap
Pernyataan sikap Forkammi merespons bencana kemanusiaan di Palestina serta ketegangan yang melibatkan Iran, dengan poin-poin utama sebagai berikut:
Persatuan Ummat Islam: Menyerukan persatuan dunia Islam untuk menghadapi tantangan global dan meninggalkan perbedaan sektarian demi perdamaian.
Kecaman Agresi: Mengutuk keras intervensi militer serta politik “belah bambu” (divide and conquer) yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Palestina, Iran, dan negara Islam lainnya.
Kedaulatan Palestina: Mendukung penuh kemerdekaan Palestina dan mendesak pemerintah RI mengevaluasi keanggotaan dalam Board of Peace (BOP) jika tidak memberikan dampak nyata bagi perdamaian.
Penegakan Hukum Internasional: Mendesak pelaksanaan perintah Mahkamah Internasional (ICJ) terkait dugaan genosida oleh Israel dan menuntut penangkapan pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan.
Seruan untuk Keadilan
Aksi yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan harapan agar pemerintah Indonesia memperkuat posisi diplomasi di forum internasional, terutama melalui peran di Dewan HAM PBB.
“Kami berharap pernyataan ini menjadi panggilan bagi para pemimpin untuk bertindak manusiawi. Semoga Allah memberikan petunjuk, rahmat, dan ridho-Nya bagi perjuangan ini,” tutup Afandi.


















