Radarcikarang.com, Jakarta – Aksi penyampaian pendapat yang dilakukan kelompok buruh di depan Mahkamah Agung (MA) pada Jumat (24/4/2026) berlangsung dengan suasana yang relatif tenang dan kondusif.
Tidak terlihat ketegangan berarti di lokasi. Sebaliknya, jajaran Polres Metro Jakarta Pusat justru mengedepankan pendekatan humanis dengan membagikan roti serta air mineral kepada para peserta aksi.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 orang yang berasal dari Pimpinan Komisariat Serikat Buruh Aneka Industri Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) PT Dua Kuda Indonesia. Untuk memastikan jalannya aksi tetap tertib di area pintu samping Gedung MA, sebanyak 110 personel kepolisian diterjunkan dan disiagakan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Dr. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak semata-mata untuk pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
”Kami mengedepankan pendekatan humanis. Pembagian makanan dan minuman ini adalah bentuk nyata pelayanan Polri agar rekan-rekan buruh merasa nyaman saat menyampaikan aspirasinya,” ujar Kombes Reynold.
Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan apresiasi kepada koordinator lapangan maupun peserta aksi. Menurut Kombes Reynold, terciptanya situasi yang kondusif tidak lepas dari komunikasi yang baik antara aparat dan massa aksi.
Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Usai melakukan audiensi dengan pihak Mahkamah Agung RI, para peserta aksi membubarkan diri secara teratur. Sekitar pukul 11.05 WIB, massa telah meninggalkan lokasi.
Hingga berakhirnya kegiatan, tidak ditemukan gangguan berarti terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pendekatan persuasif yang diterapkan Polres Metro Jakarta Pusat pun mendapat respons positif dan dinilai menjadi contoh dalam pengamanan aksi unjuk rasa di ibu kota. (nzp/mk)
















