floating
floating
Example 728x250
PendidikanTrending

Muharram: Saat Terbaik Memulai Perubahan Diri

17
×

Muharram: Saat Terbaik Memulai Perubahan Diri

Share this article
iklanExample 468x60

KH Bachtiar Nasir

ALLAH menetapkan dalam satu tahun ada dua belas bulan, dan di antaranya terdapat empat bulan yang dimuliakan (bulan haram). Salah satunya adalah bulan Muharram. Allah berfirman:

ads content

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram. Maka janganlah kamu menzalimi dirimu pada bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Bulan ini adalah bulan istimewa yang dimuliakan Allah. Bahkan, Muharram menjadi satu-satunya bulan yang disandarkan langsung kepada-Nya, sebagaimana disebut dalam hadits Nabi ﷺ: “Syahrullah Al-Muharram” (bulan Allah, yaitu Muharram).

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ada empat bulan suci yang dimuliakan Allah: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, seorang Muslim dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari maksiat dan memperbanyak amal saleh.

Karena itu, Muharram seharusnya menjadi pengingat bahwa hidup seorang Muslim tidak hanya mengikuti kalender Masehi. Dengan mengenal bulan-bulan Hijriah, kita akan lebih mudah menangkap berbagai momen istimewa yang penuh keberkahan dan pahala.

Momentum Memperbaiki Diri

Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dilakukan pada bulan-bulan mulia memiliki konsekuensi yang lebih berat. Sebaliknya, amal saleh yang dilakukan pada bulan-bulan ini juga bernilai lebih besar di sisi Allah.

Muharram adalah kesempatan terbaik untuk membuka lembaran baru. Jika ingin menjadi pribadi yang lebih baik, mulailah dengan empat langkah sederhana:

Pertama, bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah.

Kedua, memperbanyak istighfar dan memohon ampunan-Nya.

Ketiga, menambah amal saleh dan kebaikan.

Keempat, bersabar saat menghadapi ujian, karena bisa jadi itu menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kita.

Keutamaan Puasa Asyura

Salah satu amalan paling utama di bulan Muharram adalah puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Puasa ini memiliki sejarah yang agung. Pada hari tersebut, Allah menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihissalam dan kaum beriman dari kejaran Fir’aun. Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Musa berpuasa. Ketika Rasulullah ﷺ mengetahui hal itu, beliau bersabda, “Kami lebih berhak mengikuti Musa daripada mereka.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)

Keutamaan puasa Asyura sangat besar, yaitu menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu.

Untuk menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua). Karena itu, umat Islam dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Muharram adalah bulan harapan. Banyak kisah pertolongan Allah terjadi pada bulan ini. Karena itu, mari memperbanyak doa, istighfar, sedekah, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berbagai amal kebaikan lainnya.

Semoga Muharram tahun ini menjadi awal hijrah menuju hati yang lebih dekat kepada Allah, amal yang lebih ikhlas, rezeki yang lebih berkah, serta kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.*

Sumber : bachtiarnasir com

Example 120x600

Tidak diijinkan untuk mengkopi konten

You cannot copy content of this page