floating
floating
Example 728x250
BeritaCharity

Rumah Zakat Bersama BKKBN dan Puskesmas Cipayung Gelar Gerakan Bersama Cegah Stunting di Desa Tanjungbaru

1
×

Rumah Zakat Bersama BKKBN dan Puskesmas Cipayung Gelar Gerakan Bersama Cegah Stunting di Desa Tanjungbaru

Share this article
iklanExample 468x60

Radarcikarang.com, Bekasi, 25 Juni 2026 – Sebagai bentuk sinergi dalam mendukung percepatan penurunan stunting, Rumah Zakat bersama UPT KB Cikarang Timur, UPTD Puskesmas Cipayung, dan Posyandu Desa Tanjungbaru menyelenggarakan Gerakan Bersama Cegah Stunting di MI Al Rosyadiah, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kamis (25/6).

Kegiatan ini diikuti oleh 32 penerima manfaat, terdiri atas 24 balita kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan 8 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) serta bantuan pemenuhan gizi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.

ads content

Hadir dalam kegiatan tersebut Ahmad Dhomiri selaku Plt. UPT KB Cikarang Timur mewakili BKKBN, Hafsah Nur Shodrina, S.Tr.Gz. selaku Nutrisionis UPTD Puskesmas Cipayung, Ahmad Sadam Bustomi selaku Branch Manager Rumah Zakat, serta Efrilia selaku Penyuluh KB Cikarang Timur beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Ahmad Sadam Bustomi, Branch Manager Rumah Zakat, menyampaikan bahwa stunting merupakan persoalan yang harus ditangani secara bersama melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga sosial, dan masyarakat agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan memperoleh masa depan yang lebih baik” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Dhomiri memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Ia juga mengajak keluarga untuk berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita sebagai langkah nyata mencegah stunting.

Sebagai bentuk intervensi gizi, Rumah Zakat menyalurkan paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 24 balita KRS yang terdiri dari snack bayi, susu, telur sebagai sumber protein, serta produk Superqurban untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Sementara itu, 8 ibu hamil KEK menerima paket gizi untuk kebutuhan satu bulan yang berisi beras dan bahan pangan pokok, serta tambahan sumber protein berupa telur, tempe, abon, dan susu ibu hamil. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan energi dan protein selama kehamilan sehingga risiko stunting dapat dicegah sejak masa kandungan.

Nutrisionis UPTD Puskesmas Cipayung, Hafsah Nur Shodrina, S.Tr.Gz., mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan ini. Menurutnya, edukasi yang disertai intervensi gizi menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman keluarga sekaligus memperbaiki status gizi ibu hamil dan balita.

Melalui Gerakan Bersama Cegah Stunting, Rumah Zakat berharap kolaborasi bersama BKKBN, Puskesmas, Posyandu, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting melalui pemenuhan gizi yang optimal sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Example 120x600

Tidak diijinkan untuk mengkopi konten

You cannot copy content of this page