Radarcikarang.com | Cikarang Pusat — Ikatan Remaja Masjid Al Ikhlash Selosia menggelar Kajian Remaja bertema “Gerakan Remaja Cinta Al-Qur’an” di Masjid Al Ikhlash Cluster Selosia, Jumat (26/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan ajaran Islam.
Hadir sebagai pemateri, Ahmad Kusmayadi, Ketua Bidang Pembinaan Generasi Muda Forum Komunikasi Masjid dan Musholla Indonesia (FORKAMMI). Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter bangsa.
Menurut Ahmad, sejarah Indonesia menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak lepas dari peran ulama, santri, dan pesantren. Karena itu, semangat mencintai Al-Qur’an memiliki keterkaitan erat dengan semangat mencintai tanah air.
“Anak bangsa yang mencintai Indonesia wajib rajin mengaji. Banyak pejuang bangsa berasal dari kalangan ulama, ustaz, dan pesantren. Salah satu contohnya adalah Jenderal Sudirman yang juga dikenal memiliki latar belakang pendidikan agama,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan pentingnya kedekatan dengan Al-Qur’an dengan dasar negara Indonesia. Menurutnya, sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, serta Pasal 29 Ayat (1) UUD 1945 menjadi landasan bahwa kehidupan berbangsa harus dibangun di atas nilai-nilai ketuhanan.
“Untuk menjadi pribadi yang bertauhid dan bertakwa, umat Islam harus dekat dengan agamanya. Salah satu jalannya adalah rajin membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an. Karena itu, mencintai Al-Qur’an merupakan bagian dari membangun karakter warga negara yang baik,” katanya.
Kajian yang diikuti oleh anggota Ikatan Remaja Masjid Al Ikhlash Selosia tersebut berlangsung interaktif. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi motivasi serta dialog yang memberikan ruang bagi para remaja untuk berdiskusi mengenai tantangan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman.
Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda pembinaan yang berkelanjutan sehingga lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta semangat berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Kajian bertema Gerakan Remaja Cinta Al-Qur’an ini menjadi pengingat bahwa nilai religius dan nasionalisme dapat berjalan beriringan. Keduanya menjadi modal penting dalam membentuk generasi Indonesia yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Reporter: Ahmad K
Editor: Mr.News V.0 by Mr.Khan


















