Radarcikarang.com, CIKARANG SELATAN — Di tengah hiruk-pikuk masa kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cibatu, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sukarman, S.Ag., calon Kepala Desa Cibatu nomor urut 1, memilih langkah berbeda.
Memasuki masa kampanye pada Senin (14/9/2026), Sukarman tidak menggelar konvoi atau pawai pendukung. Ia justru memilih kampanye secara damai melalui silaturahmi, dialog langsung dengan warga, penyampaian visi-misi, serta ramah-tamah di kediamannya.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Sukarman menyebut konvoi berpotensi menimbulkan gesekan di tengah masyarakat, terlebih karakter para pendukung yang beragam.
“Untuk konvoi memang saya nggak melakukan karena saya tidak mau nanti di luaran yang namanya kita konvoi ya pastinya ada gesekan-gesekan seperti itu,” ujar Sukarman.
Menurutnya, kampanye tidak harus dilakukan dengan mengerahkan massa dalam jumlah besar atau melakukan pawai di jalan. Pertemuan yang lebih dekat dan penuh kekeluargaan justru dinilai mampu menciptakan komunikasi yang lebih baik antara calon kepala desa dengan masyarakat.
“Makanya saya memilih dengan kampanye dengan cara damai, silaturahim, mengundang warga ke rumah, nyampein visi misi, ya ramah-tamah,” katanya.
Hindari Friksi, Utamakan Persaudaraan
Sukarman menegaskan, keputusannya menghindari konvoi merupakan bagian dari upaya menjaga suasana Pilkades Cibatu tetap kondusif.
Baginya, kompetisi dalam Pilkades bukan alasan untuk mempertajam perbedaan di antara warga. Sebaliknya, momentum pemilihan kepala desa harus tetap mengedepankan persaudaraan dan kebersamaan.
“Ya, menghindari gesekan-gesekan, karena tidak menutup kemungkinan kan seperti itu,” ujarnya.
Ia menyadari bahwa dirinya maupun pendukungnya mungkin tidak memiliki persoalan dengan pihak lain. Namun, menurut Sukarman, situasi di lapangan bisa berbeda karena setiap orang memiliki karakter dan cara merespons situasi yang berbeda.
“Kita sih tidak apa-apa, tapi para pendukung kan nggak tahu, yang namanya orang karakternya berbeda,” tuturnya.
Kampanye Tanpa Konvoi Justru Lebih Antusias
Menariknya, pendekatan kampanye damai yang dilakukan Sukarman justru mendapat respons positif dari masyarakat. Pertemuan secara langsung di kediamannya dinilai memberikan ruang yang lebih leluasa bagi warga untuk mendengarkan gagasan dan visi-misi calon nomor urut 1 tersebut.
Sukarman mengaku masyarakat justru terlihat lebih antusias dengan model kampanye yang mengedepankan silaturahmi dibandingkan pawai atau konvoi.
“Alhamdulillah dengan seperti itu masyarakat lebih antusias dibandingkan dengan pawai,” katanya.
Pilihan Sukarman ini sekaligus menunjukkan bahwa kampanye politik di tingkat desa tidak selalu harus identik dengan keramaian, konvoi kendaraan, maupun pengerahan massa.
Bagi Sukarman, memenangkan hati masyarakat jauh lebih penting daripada sekadar memenangkan perhatian di jalanan.
Dengan mengedepankan silaturahmi dan kampanye damai, calon Kepala Desa Cibatu nomor urut 1, Sukarman, S.Ag., ingin menjadikan kontestasi Pilkades bukan sebagai arena permusuhan, melainkan momentum untuk mempererat kembali hubungan antarmasyarakat.


















