floating
floating
Example 728x250
BeritaBerita NasionalKeagamaanKomuniti

PUI Kabupaten Bekasi Lantik Pengurus 2026–2031, Delapan Pilar Islah Jadi Fokus

2
×

PUI Kabupaten Bekasi Lantik Pengurus 2026–2031, Delapan Pilar Islah Jadi Fokus

Share this article
Ketua Umum PUI Kab. Bekasi : H. Juju Zubair
iklanExample 468x60

RADARCIKARANG.COM, BEKASI — Dewan Pengurus Daerah Persatuan Ummat Islam (DPD PUI) Kabupaten Bekasi resmi melantik pengurus periode 2026–2031 pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Gedung Wanabakti, Kabupaten Bekasi. Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin oleh H. Saefullah Ma’ruf dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PUI Jawa Barat.

Pelantikan ini menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus peneguhan komitmen PUI untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Mengusung tema “Meneguhkan Komitmen Intisab, Bersinergi Membangun Kabupaten Bekasi yang Religius dan Berkemajuan,” kepengurusan baru berkomitmen menjalankan program organisasi dengan berlandaskan delapan pilar Ishlah Tsamaniyah.

ads content

Delapan pilar tersebut mencakup perbaikan akidah, ibadah, pendidikan, keluarga, masyarakat, ekonomi, keumatan, serta tata kelola pemerintahan. Seluruhnya menjadi kerangka pembinaan umat dan penguatan peran organisasi dalam kehidupan masyarakat.

Ketua Umum DPD PUI Kabupaten Bekasi, H. Juju Zubair, menjelaskan bahwa pendidikan, pembangunan keluarga, dan kemandirian ekonomi menjadi tiga prioritas yang ditekankan dalam upaya pembinaan umat.

“Dengan delapan pilar yang kita pegang, tentunya prioritas pertama kita adalah pendidikan. Bagaimana kita mentarbiyah umat ini, mendidik umat ini agar paham dengan Islam,” ujar Juju.

Menurutnya, pendidikan agama perlu berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menjadi lingkungan utama bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan serta nilai-nilai kehidupan.

“Yang kedua adalah membangun keluarga. Kalau di dalam keluarga tidak harmonis, tidak berfungsi, dan tidak ada ketahanan keluarga, maka apa yang terjadi di luar akan mudah masuk ke dalam keluarga,” jelasnya.

Ia menilai, pendidikan kepada anak-anak tidak akan berjalan optimal apabila tidak didukung oleh kondisi keluarga yang baik. Karena itu, pembinaan umat tidak cukup dilakukan melalui pendidikan formal atau kegiatan keagamaan, tetapi juga perlu diperkuat melalui keluarga yang harmonis dan berfungsi dengan baik.

Juju juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi sebagai penopang ketahanan keluarga. Menurutnya, kondisi ekonomi yang mandiri dapat membantu keluarga menjaga keharmonisan dan menjalankan fungsi keluarga secara lebih baik.

“Yang ketiga adalah kemandirian ekonomi. Keluarga akan lebih mudah menjaga keharmonisan apabila ekonominya mandiri,” ungkapnya.

Sejalan dengan prioritas tersebut, PUI Kabupaten Bekasi mendorong penguatan lembaga pendidikan, termasuk sekolah, madrasah, dan pesantren, agar mampu mengintegrasikan ilmu agama dengan perkembangan teknologi serta keterampilan yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam bidang ekonomi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan koperasi syariah, serta optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) menjadi sejumlah upaya yang dapat mendukung kemandirian umat.

Sementara itu, penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kepedulian sosial, persatuan umat, dan semangat gotong royong diharapkan turut membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

Juju menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan amanah untuk menghadirkan organisasi yang adaptif, solutif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk menjalankan amanah tersebut, DPD PUI Kabupaten Bekasi membuka peluang sinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat sipil. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program pendidikan, pembinaan keluarga, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Melalui kepengurusan periode 2026–2031, PUI Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menerjemahkan delapan pilar Ishlah Tsamaniyah ke dalam program yang terarah dan memberikan manfaat nyata hingga tingkat akar rumput. Dengan penguatan pendidikan, keluarga, dan kemandirian ekonomi sebagai prioritas pembinaan umat, PUI berupaya turut mewujudkan Kabupaten Bekasi yang religius dan berkemajuan.

Susunan Pengurus DPD PUI Kabupaten Bekasi Periode 2026–2031

I. Dewan Pertimbangan Daerah

  • Ketua: H. Faizal Hafan Farid, S.E., M.Si.
  • Sekretaris: Budi MM, A.Md.
  • Anggota: H. Dr. Sa’dan, M.Ag.
  • Anggota: Dr. Karim Santosa*

II. Dewan Pengurus Daerah

  • Ketua Umum: H. Juju Zubair, S.H.I.
  • Wakil Ketua: H. Ogy Febri Adha, A.Md.
  • Wakil Ketua: H. Drs. Herman Sujito, M.M.
  • Sekretaris Umum: Rosandi Ardi Noegraha, S.E., M.Si.
  • Wakil Sekretaris Umum: Dadang Koswara
  • Bendahara Umum: H. Drs. Ahmad
  • Wakil Bendahara Umum: Budi Santoso, S.T.

III. Bidang-Bidang

1. Hubungan Antar Lembaga dan Organisasi

  • Ketua: H. Taufiq Hidayat, S.Sos., M.M.
  • Anggota: H. Fauzan, S.E.

2. Kesejahteraan Sosial

  • Ketua: Mohammad Romli, S.Pd.I.
  • Anggota: Asep Kurniawan, Rahmat, dr. Sopian, dr. Feranida/Nasrullah*

3. Pendidikan dan Peningkatan SDM

  • Ketua: Kusai Heri Kusaeri, S.E., M.M.
  • Anggota: H. Ade Kostaman

4. Pemberdayaan Ekonomi

  • Ketua: H. Humaidillah
  • Anggota: Darkum, S.S., M.Pd.
  • Anggota: H. Ardian Afiat, S.Sos., M.M.

5. Dakwah dan Publikasi

  • Ketua: H. Agus Wahyu
  • Anggota: Angga*
  • Anggota: Dadang Lesmana*

6. Politik, Hukum, dan Keamanan

  • Ketua: H. Naasir, S.H., M.H.
  • Anggota: Yatmin, S.H., S.Pd., M.M.

7. Informasi dan Teknologi

  • Ketua: Holil Sumarna
  • Anggota: Sutrisno

Example 120x600

Tidak diijinkan untuk mengkopi konten

You cannot copy content of this page